Ads 468x60px

Senin, 26 Maret 2012

Fisika Kuantum Penyembuhan Penyakit

Hukum mekanika kuantum tidak hanya bekerja pada skala atom dan molekul. 
JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun lalu, dunia dihebohkan dengan praktek penyembuhan penyakit dengan asap rokok yang dilakukan oleh Gretha Zahar, pakar nuklir dari Lembaga Peluruhan Radikal Bebas di Malang.



Gretha menciptakan "Divine Cigarette" atau mungkin bisa disebut "Rokok Surga". Berbeda dengan rokok biasa yang menyebabkan penyakit, rokok ini justru akan menyembuhkannya.


Rahasia Rokok Surga adalah pada asam amino yang diteteskan atau diolah bersama tembakau. Zat ini akan melepaskan 1 elektron merkuri. Ketika satu elektron lepas, merkuri akan berperilaku seperti emas.



Dikatakan bahwa merkuri dan emas hanya memiliki satu perbedan jumlah elektron. Merkuri memiliki energi cukup besar sehingga mampu menyamar menjadi unsur lain. 



Asam amino yang dimiliki Rokok Surga membebaskan radikal bebas. Rokok selanjutnya berperan sebagai media menyembuhkan penyakit degeneratif, seperti jantung, stroke dan kanker.



Penyembuhan Kuantum



Profesor Sutiman Bambang Soemitro, guru besar dari Universitas Brawijaya mengatakan bahwa penyembuhan a la Gretha Zahar memang sulit dipahami tetapi sebenarnya ilmiah. 



Menurut Sutiman, penyembuhan yang dilakukan Gretha bisa dipahami jika memandang tubuh sebagai susunan partikel-partikel dimana energi mengalir terus-menerus tanpa henti. 



Energi dalam tubuh manusia mengalir dalam bentuk paket atau kuanta, sesuai pendapat Max Planck pada tahun 1900. Aliran energi mengikuti hukum-hukum dalam fisika kuantum. 



Dalam kacamata fisika kuantum, tubuh sehat dipandang sebagai raga dengan aliran energi yang lancar. Aliran energi memastikan tubuh mampu melakukan self production dan self regeneration.



"Kalau tubuh sakit, aliran energinya mengalami turbulensi, alirannya berputar-putar di bagian sakit," ungkap Sutiman saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu yang lalu. 



Turbulensi energi bisa terjadi akibat banyak faktor. Beberapa diantaranya adalah faktor makanan, radikal bebas serta senyawa yang bersifat toksik.



"Kalau kita bisa gangguan aliran energi pada bagian tubuh sakit maka kita bisa mengembalikan tubuh pada keseimbangan. Tubuh akan sehat lagi," jelas Sutiman.



Untuk mengembalikan aliran energi, dibutuhkan sebuah perantara. Sifat perantara harus fleksibel, mampu menerima maupun mendonasikan elektron. Asap memenuhi kriteria tersebut.



"Asap ini seperti hemoglobin. Bisa membawa energi tanpa berubah menjadi radikal. Bisa menjadi donor maupun penerima," terang Sutiman yang sebenarnya berlatar belakang mikrobiologi.



Sifat asap menerangkan cara kerja Rokok Surga. Setelah dibebaskan dari radikal bebas, asap rokok membawa energi menuju bagian sakit, menyembuhkan dengan melancarkan aliran energi.



Asam amino yang ditambahkan pada Rokok Surga, menurut Sutiman, berperan sebagai penyaring. Partikel asap yang masuk ke tubuh harus berukuran nano sehingga bisa bekerja menurut hukum mekanika kuantum.



Bagaimana asap menuju bagian yang sakit? "Dalam kuantum, ini bisa melewati apa saja. Tidak terbatas pada ruang dan waktu. Jadi, tidak harus lewat pembuluh darah, misalnya," jelas Sutiman. 



Dalam upaya penyembuhan, terapi dengan asap bisa dipadukan dengan mengkonsumsi makanan yang membantu menetralisir racun. Contohnya adalah putih telur dan kopi.



Sebenarnya, ada banyak media yang bisa digunakan dalam penyembuhan kuantum. Contohnya adalah lewat air yang diminum ataupun dengan meditasi.



"Tapi, asap memiliki kelebihan. Kalau air fluiditasnya kurang karena dia bukan gas. Asap bisa bergerak dengan lebih mudah," papar Sutiman.



Saat ini, Sutiman dan mahasiswanya di Universitas Brawijaya terus mempelajari potensi asap sebagai media penyembuhan. Beberapa penelitian dilakukan, diantaranya tentang perilaku asap.



Pengobatan Masa Depan



Menurut Sutiman, penyembuhan kuantum akan berkembang mendukung praktek pengobatan di masa depan. Penyembuhan kuantum menghidupkan pengobatan tradisional dan mengatasi masalah akses kesehatan.



Salah satu contohnya adalah peluang jamu untuk lebih mendukung pengobatan. Menurut Sutiman, jamu memiliki kelebihan dibandingkan obat kimia.



"Kalau obat kimia hanya satu senyawa diisolasi dan diproduksi. Ini menjadi rentan dosis. Senyawa obat sebenarnya disediakan satu paket seperti pada jamu," jelasnya.



Penyembuhan kuantum juga menyediakan pelayanan kesehatan yang lebih murah. 



"Tidak seperti rumah sakit yang membutuhkan biasa jutaan untuk bisa sehat," cetus Sutiman.


Minggu, 25 Maret 2012

Mana yang lebih baik ? PTN atau PTS


Oleh Nanang B Subekti 924 Maret 2012). Tulisan ini berawal dari beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh para pembaca web saya, baik yang mau kuliah sarjana maupun pasca sarjana. Pertanyaan mereka seputar mana yang lebih baik antara kuliah di PTN atau PTS. Sepintas pertanyaan di awal kelihatan sederhana sekali, namun jika diuraikan ternyata memiliki jawaban yang  panjang.
Sebelum saya terlalu membahas permasalahan tersebut di atas, terlebih dahulu saya ingin menekankan jika antara PTN dan PTS masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam arti tidak selamanya PTN lebih baik daripada PTS misalnya ketika kita berbicara tentang suatu program studi. Namun secara umum karena PTN milik pemerintah sehingga mayoritas kampus-kampus PTN lebih eksis dan terhindar dari konflik-konflik kepentingan pengelolanya daripada PTS.
Saya sendiri bukanlah produk dari PTN meskipun awalnya saya bisa masuk PTN melalui jalur PBUD pada waktu itu. Karena beberapa alasan tertentu, saya pun kuliah di PTS dengan penuh percaya diri. Ternyata hasilnya juga tidak seburuk dengan teman-teman lulusan PTN. Jadi menurut saya mau ke PTN atau PTS itu sesuatu hal yang tidak perlu dipermasalahkan secara  besar, namun yang perlu dipermasalahkan adalah semua yang berhubungan dengan jurusan yang akan kita ambil. Mungkin hal-hal di bawah ini bisa menjadi bahan pertimbangan:
1. Biaya kuliah
Untuk saat ini tidaklah selalu benar jika PTN lebih murah dari PTS, bahkan di beberapa kasus PTN jauh lebih mahal dari PTS.  Dari kasus tersebut Anda harus mengukur kekuatan keuangan Anda, dan periksa baik-baik semua biaya yang terlibat dengan kuliah.  Saya pribadi pernah bertemu dengan seorang mahasiswa yang justru memilih di PTS karena dia berasal dari kampung dengan orang tua bekerja sebagai buruh. Baginya meskipun di PTN tetap saja tidak sanggup membayar biaya kuliahnya. Akhirnya dia memilih PTS yang menawarkan beasiswa sampai selesai kuliah. Walhasil mahasiswa tersebut bisa menyelesikan kuliahnya dan mendapatkan pekerjaan yang baik.
Hal yang perlu diingat adalah jika biaya kuliah tidak hanya SPP, tetapi banyak sekali item-item yang lain. Silahkan baca tulisan saya ini yang membahas seberapa banyak biaya dikeluarkan untuk S1 (LINK)
2. Status Akreditasi
Setiap mahasiswa sebaiknya  jeli dengan status akreditasi kampus dan bertanya baik-baik dengan pihak kampus tentang status akreditasi program studi yang akan ditempuh. Hasil akreditasi bisa dipergunakan acuan mutu suatu prodi. Jadi meskipun swasta jika akreditasinya A maka kampus tersebut bisa dijadikan pilihan untuk studi lanjut.
3. Fasilitas Kampus
Suatu kampus yang baik pasti akan menyediakan fasilitas untuk mendukung kesuksesan perkuliahan. Untuk kampus PTN secara umum tidak ada banyak masalah dengan fasilitas kampus karena ada standard yang pasti dari pemerintah seperti gedung yang sudah pasti, perpustakaan, dosen dll. Khusus kampus swasta perlu studi ke lapangan selain membaca brosur untuk memastikan gedungnya ada tidak (tidak sedikit kampus yang gedungnya hanya menyewa sehingga sering pindah-pindah), perpustakaan (tidak sedikit PTS yang memiliki perpustakaan yang minim buku), dosen atau staf pengajar (bisa dilihat status pengajarnya termasuk latar belakang pendidikan dosennya seperti apakah kampus tersebut memiliki dosen tetap yang cukup atau masih menggunakan dosen luar biasa), dan aneka fasilitas yang mendukung belajar mahasiswa.
4. Pengelola / Pendiri
Untuk kampus PTN tidak ada masalah karena PTN adalah milik pemerintah. Bagi saya mahasiswa perlu hati-hati dengan PTS dan perlu untuk mengetahui siapa yang mengelola seperti pendiri dan yayasan yang mengelolanya. Tidak sedikit kampus PTS yang sering bermasalah dengan yayasan pengelolanya sehingga terjadi keributan diantara yayasan dan majemen kampus  yang dipimpin rektor  dan direktur. Nah, jika terjadi konflik di dalam tubuh yayasan maka akan menyeret mahasiswa dan kualitas pendidikannya. Tidak sedikit konflik yayasan membawa kehancuran tidak hanya kampusnya tetapi juga mahasiswa dan civitas akademiknya.
5. Observasi langsung
Jika memiliki waktu, tenaga dan biaya sebaiknya melakukan observasi  langsung ke kampus tujuan kuliah. Jangan percaya sepenuhnya dengan brosur yang disebar atau dibagikan. Tidak sedikit terjadi hal yang kontras antara apa yang terdapat dalam brosur dan kenyataan lapangan. Jika jarak dari tempat tinggal dan kampus tujuan studi terlalu jauh, silahkan mencoba mencari tahu teman atau orang lain yang pernah  menempu studi di kampus tersebut untuk bercerita tentang kampusnya.
Akhir kata saya menyimpulkan jika kuliah di PTN dan PTS sama saja. Selama Anda mampu memilih kampus yang tepat dan sesuai dengan diri Anda dan masa depan Anda bagi saya itu adalah sesuatu hal yang perlu diutamakan. Pendidikan adalah investasi untuk masa depan yang akan dipergunakan sebagai senjata untuk mencari kehidupan yang lebih baik seperti pekerjaan. Anda tidak ingin investasi Anda rusak atau tidak menghasilkan apa-apa kan? Salam Pendidikan!!!

Beasiswa Anak Berprestasi Akan Ditingkatkan


CIREBON, KOMPAS.com - Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan bahwa bea siswa anak berprestasi dari masyarakat kurang mampu akan ditingkatkan untuk menciptakan generasi bangsa berkualitas.
"Jumlah peserta bea siswa anak berprestasi saat ini sekitar 1,8 juta akan ditambah menjadi tiga juta anak diutamakan warga kurang mampu," kata Menteri Agama Suryadharma Ali di Keraton Kasepuhan Cirebon saat memberikan sambutan reuni akbar alumni Gontor, Minggu (25/3/2012).
Menag menuturkan, program penambahan jumlah bea siswa anak berprestasi dari warga kurang mampu akan terus ditingkatkan setiap tahun selain itu pihaknya meminta agar wajib belajar gratis 12 tahun digencarkan karena saat ini baru sembilan tahun.
Hasanudin, seorang peserta reuni akbar alumni Gontor asal Surabaya menuturkan, rencana Kementerian Agama untuk menambah jumlah bea siswa bagi anak berprestasi warga kurang mampu cukup positif dan memberikan harapan baru kepada masyarakat miskin untuk menempuh pendidikan berkualitas.
Menurut Hasanudin, dibutuhkan peran serta semua pihak untuk mewujudkan program Menteri Agama, karena sering terhambat berbagai pandangan dan kritikan sehingga gagal dalam pelaksanaannya.

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2012

SNMPTN Jalur Undangan


1.    LATAR BELAKANG
Penerimaan mahasiswa baru harus memenuhi prinsip adil, transparan, dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, kedudukan sosial, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa dengan tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan perguruan tinggi.
Perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan setelah SMA/SMK/MA/MAK hendaknya dapat menerima calon mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan diprediksi akan berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan penilaian dan rekomendasi Kepala Sekolah.  Siswa yang berprestasi tinggi dan secara konsisten menunjukkan prestasinya tersebut layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa.
Sekolah sebagai satuan pendidikan dan guru sebagai pendidik diyakini selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran sebagai bagian dari prinsip pendidikan berkarakter.  Dengan demikian sekolah dapat diberikan penghargaan dan kepercayaan melakukan seleksi awal calon mahasiswa yang berprestasi akademik dan diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik.

2.    TUJUAN
  1. Memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi akademik tinggi untuk memperoleh pendidikan tinggi.
  2. Mendapatkan calon mahasiswa baru terbaik melalui seleksi siswa yang mempunyai prestasi akademik tinggi di SMA/SMK/MA/MAK, termasuk Sekolah RI di Luar Negeri
  3. Memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada sekolah untuk menjadi bagian pelaksana seleksi awal di tingkat sekolah.
3.    KETENTUAN UMUM DAN PERSYARATAN
3.1.    Ketentuan Umum
  1. Jalur Undangan ialah mekanisme seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik tanpa ujian tertulis dan/atau keterampilan.
  2. Jalur Undangan tidak termasuk jalur penelusuran minat dan bakat.
  3. Sekolah yang berhak mengikuti  Jalur Undangan adalah sekolah yang diundang oleh Panitia SNMPTN. Daftar sekolah yang diundang dapat dilihat di laman resmi SNMPTN Jalur Undangan (http://undangan.snmptn.ac.id).
  4. Sekolah yang belum masuk dalam daftar undangan dapat mengajukan permohonan tertulis kepada Ketua Panitia SNMPTN 2012 dengan menyertakan profil sekolah.
  5. Siswa yang dapat mengikuti seleksi adalah siswa yang didaftarkan oleh Kepala Sekolah masing-masing.
  6. Siswa pelamar wajib membaca ketentuan yang berlaku pada masing-masing PTN di laman PTN yang dipilih.
3.2.    Persyaratan Sekolah
Sekolah yang berhak mengikuti Jalur Undangan adalah:
  1. SMA/SMK/MA/MAK Negeri maupun Swasta yang terakreditasi oleh BAN-SM atau lainnya dan/atau terdaftar pada basis data SNMPTN 2011, termasuk sekolah RI di luar negeri.
  2. Sekolah yang menyelenggarakan dan/atau mengikuti Ujian Nasional.
3.3.    Persyaratan Siswa Pelamar
3.3.1.    Pendaftaran
a.    Siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir yang akan mengikuti UN pada tahun 2012.
b.    Memiliki prestasi akademik tinggi dan konsisten berdasarkan pemeringkatan oleh Kepala Sekolah, yaitu: siswa yang masuk dalam peringkat terbaik di sekolah yang sama (bukan siswa pindahan) pada semester 3, 4, dan 5 dengan ketentuan berdasarkan akreditasi (akreditasi sekolah untuk SMA dan MA atau akreditasi jurusan/bidang keterampilan untuk SMK dan MAK), dengan rincian sebagai berikut:
  1. Akreditasi A: 50% terbaik dan konsisten di semester 3, 4,dan 5
  2. Akreditasi B    : 30% terbaik dan konsisten di semester 3, 4,dan 5
  3. Akreditasi C    : 15% terbaik dan konsisten di semester 3, 4,dan 5
  4. Lainnya:   5% terbaik dan konsisten di semester 3, 4,dan 5
Pemeringkatan dilakukan sesuai dengan jurusan IPA, IPS, atau Bahasa berdasarkan nilai mata pelajaran yang diujikan dalam UN tahun 2012. Persentase terbaik tersebut di atas dihitung berdasarkan jumlah siswa kelas XII di masing-masing sekolah
c.    Memperoleh rekomendasi dari Kepala Sekolah.
d.    Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di perguruan tinggi.
e.    Tidak buta warna bagi program studi tertentu.

3.3.2.    Penerimaan
Lulus dari Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional, lulus seleksi Jalur Undangan SNMPTN 2012, sehat, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima.

4.    PENDAFTARAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN
  1. Pendaftaran dilakukan secara online dan tata cara pendaftaran secara lengkap dapat dilihat pada lamanhttp://undangan.snmptn.ac.id
  2. Tata cara pengisian borang pendaftaran Jalur Undangan dapat diunduh (download) dari lamanhttp://undangan.snmptn.ac.id mulai tanggal 1 Februari 2012.
5.    JADWALSELEKSI
  1. Pendaftaran oleh Kepala Sekolah: 1 Februari pukul 08.00 WIB s.d. 29 Februari 2012 pukul 22.00 WIB
  2. Pendaftaran oleh Siswa: 1 Februari pukul 08.00 WIB s.d. 8 Maret 2012 pukul 22.00 WIB
  3. Pengumuman Hasil Seleksi: 28 Mei 2012 pukul 18.00 WIB
  4. Pendaftaran Ulang yang Lulus Seleksi: 12 s.d.13 Juni 2012
6.    PROGRAM STUDI DAN JUMLAH PILIHAN
  1. Siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 2 (dua) PTN yang diminati.
  2. Siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 2 (dua) program studi yang diminati pada masing-masing PTN.
  3. Urutan pilihan PTN dan program studi menyatakan prioritas pilihan.
  4. Daftar program studi dan daya tampung SNMPTN Jalur Undangan tahun 2012 dapat dilihat pada laman SNMPTNhttp://undangan.snmptn.ac.id pada periode waktu pendaftaran.
7.    BIAYA SELEKSI
Biaya pendaftaran SNMPTN Jalur Undangan Tahun 2012 sebesar Rp.175.000,00 (seratus tujuh puluh lima ribu rupiah) per siswa.

8.    MEKANISME SELEKSI
a.    Proses seleksi dilakukan dalam dua tahap, yaitu:
  1. Tahap pertama, siswa pelamar akan diseleksi di PTN pilihan pertama berdasarkan urutan pilihan program studi pada PTN pilihan pertama.
  2. Tahap kedua, apabila siswa pelamar tidak terpilih pada PTN pilihan pertama, maka akan diikutkan pada seleksi tahap kedua di PTN pilihan kedua berdasarkan urutan pilihan program studi pada PTN pilihan kedua.
b.   Ketentuan lebih lanjut mengenai mekanisme seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN Jalur Undangan diatur dan ditetapkan oleh masing-masing PTN yang dipilih siswa pelamar.

9.    SISWA PELAMAR BIDIKMISI
  1. Calon peserta Bidikmisi terlebih dahulu mempelajari prosedur pendaftaran Bidikmisi melalui lamanhttp://bidikmisi.dikti.go.id.
  2. Calon peserta Bidikmisi terlebih dahulu harus didaftarkan oleh kepala sekolah melalui lamanhttp://bidikmisi.dikti.go.id. Peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan akan memperoleh Kode Akses Pendaftaran (KAP) dan PIN.
  3. Apabila calon peserta Bidikmisi direkomendasikan oleh Kepala Sekolah untuk mengikuti SNMPTN Jalur Undangan, maka PIN digunakan sebagai pengganti pembayaran biaya pendaftaran.
  4. Siswa yang memperoleh KAP dan PIN dapat mendaftar/mengisi biodata melalui laman http://undangan.snmptn.ac.id.
  5. Apabila calon peserta Bidikmisi tidak memenuhi persyaratan seleksi Jalur Undangan atau dinyatakan tidak diterima melalui seleksi Jalur Undangan, maka KAP dan PIN dapat digunakan lagi untuk mendaftar SNMPTN Jalur Ujian Tertulis tanpa harus membayar biaya ujian.
  6. Apabila calon peserta Bidikmisi telah dinyatakan lulus melalui seleksi Jalur Undangan dan berkeinginan untuk mendaftar SNMPTN Jalur Ujian Tertulis, maka PIN yang telah diperoleh dinyatakan tidak berlaku dan yang bersangkutan harus membayar biaya ujian dengan menggunakan KAP yang telah diperoleh sebelumnya.
10.    LAMAN  RESMI DAN ALAMAT PANITIA PELAKSANA
  1. Informasi resmi mengenai SNMPTN dapat diakses melalui laman resmi http://www.snmptn.ac.id.
  2. Informasi resmi lainnya juga dapat diperoleh melalui Twitter SNMPTN: @2012snmptn, Facebook (http://www.facebook.com/groups/snmptn), http://halo.snmptn.ac.id, dan call center: 08041450450
  3. Alamat Panitia SNMPTN 2012: Direktorat Pendidikan, Gedung Rektorat ITB lantai 4, Jl. Tamansari No.64 Bandung 40116. Telp/Fax. (022) 2530689, e-mail: panitia@snmptn.ac.id.
11.    LAIN-LAIN
Segala perubahan ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan SNMPTN Jalur Undangan Tahun 2012 akan diinformasikan melalui laman SNMPTN http://undangan.snmptn.ac.id dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Prosedur Operasional Baku (POB) SNMPTN Tahun 2012.


JADWAL JALUR UNDANGAN
Pendaftaran Jalur Undangan
1 Februari – 8 Maret 2012 pukul 22.00 WIB
Seleksi Jalur Undangan
9 Maret – 15 Mei 2012
Pengumuman Jalur Undangan
28 Mei 2012 pukul 18.00 WIB
Pendaftaran Ulang yang diterima
12 – 13 Juni 2012

JADWAL JALUR TERTULIS
Tatacara pengisian borang pendaftaran bisa mulai di unduh dihttp://download.snmptn.ac.id
30 April 2012.
Pendaftaran Online
10 – 31 Mei 2012
Jadwal Ujian Tertulis
12-13 Juni 2012
Jadwal Ujian Keterampilan
14 dan/atau 15 Juni 2012
Pengumuman Hasil Ujian
7 Juli 2012 mulai pukul 19.00 WIB.


Alamat Panitia Pelaksana SNMPTN 2012:
Direktorat Pendidikan, Gedung Rektorat ITB lantai 4
Jl.Tamansari No.64 Bandung 40116
Telp/Fax. (022) 2530689
e-mail: panitia@snmptn.ac.id

Informasi resmi lainnya :
Twitter SNMPTN: @2012snmptn
Helpdesk Online : http://halo.snmptn.ac.id
Call center: 0804 1 450450


Universitas di China Getol Tarik Pelajar Indonesia

Sino British College (SBC) di Shanghai yang memberikan gelar dari 2 Universitas Inggris dan menawarkan Program Foundation bagi O level atau siswa kelas 2 SMU untuk pathway ke-9 universitas di Inggris. 

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak lima tahun terakhir, Pemerintah China terus mendorong dibukanya program-program studi untuk mendapatkan gelar sarjana ataupun pascasarjana. Prodi berbahasa Inggris saat ini menjadi keunggulan mereka untuk getol menarik minat pelajar asing, termasuk dari Indonesia, meliputi bisnis, teknik, angkasa luar, industri dan kedokteran. 
Awalnya, banyak mahasiswa Indonesia ke China cuma untuk belajar bahasa Mandarin. Namun, sejak lima tahun terakhir mulai bergeser. Mereka ke China untuk mendapatkan gelar sarjana atau pascasarjana.
-- Samuel Wiyono
"Awalnya, banyak mahasiswa Indonesia ke China cuma untuk belajar bahasa Mandarin. Namun, sejak lima tahun terakhir mulai bergeser. Mereka ke China juga untuk mendapatkan gelar sarjana ataupun pascasarjana," kata Samuel Wiyono, Ketua Beijing Language & Culture Institute (BLCI), di Jakarta, Senin (26/3/2012), terkait persiapan '14th China Education Fair' di tiga kota di Indonesia.
Ia mengatakan, selain semakin polulernya bahasa Mandarin saat ini, daya tarik China adalah selain baiknya mutu pendidikan, fasilitas kampus, dan terjangkaunya biaya pendidikan. Hal tersebut menyebabkan semakin meningkatnya mahasiswa asing yang mengambil program gelar di negara tersebut, terutama dari kawasan Asia.
"Dengan prodi berbahasa Inggris, misalnya, mahasiswa asing yang belum menguasai bahasa Mandarin dapat langsung kuliah program gelar menggunakan bahasa Inggris sambil tetap belajar bahasa Mandarin. Cara ini lebih singkat dan hemat, baik bagi mahasiswa asing dan lokal China, karena mereka mengharapkan setelah lulus dapat menguasai dua bahasa asing ini sekaligus," ujar Samuel, 
Prodi teknik
Saat ini, bidang teknik yang ditawarkan perguruan-perguruan tinggi China meliputi teknik sipil, arsitektur, industri, mesin, komputer, kimia, pertambangan dan teknik aeronautika. Salah satu universitas peringkat teratas di China untuk prodi teknik sipil, Harbin Institute Technology, misalnya, menawarkan prodi gelar sarjana (S-1) teknik sipil berbahasa Inggris yang sebelumnya hanya untuk mahasiswa pascasarjana. 
Shenyang Aerospace University dan Nanjing University Aeronautic Astronautic yang fokus di bidang aeronautika dan antariksa pun demikian. Di kedua universitas tersebut saat ini telah memiliki prodi ilmu komputer dan software engineering management.
Sementar itu, bidang teknik industri juga ditawarkan Wuhan University Technology. Universitas terkemuka milik pemerintah ini menyediakan program sarjana teknik industri dan arsitektur, yang juga dengan pengantar bahasa Inggris. Sedangkan Shangdong University Science Technology, di Kota Qingdao, menawarkan prodi teknik kimia, teknik telekomunikasi, dan serta pertambangan.  
"Mereka menawarkan prodi-prodi tersebut karena bidang studi itu merupakan penopang industri-industri andalan China," kata Samuel.
Tidak hanya perguruan tinggi milik pemerintah saja, perguruan tinggi lain juga memberikan gelar ganda atau pathway dari universitas di Inggris, Australia, atau Amerika Serikat. Seperti halnya Xian Jiaotong Liverpool University, yang semula hanya menawarkan gelar sarjana (S-1) dari University Liverpool Inggris, mulai tahun ini juga menawarkan prodi gelar pascasarjana di berbagai bidang studi. Demikian juga Sino British College (SBC) di Shanghai yang memberikan gelar dari 2 Universitas Inggris dan menawarkan Program Foundation bagi O level atau siswa kelas 2 SMU untuk pathway ke-9 universitas di Inggris.
Bahkan, kata Samuel, di Ningbo University, yang semula hanya menawarkan gelar MBA dari University Canberra ataupun pathway S-1 ke Universitas Canada untuk bidang studi business administration, kini menawarkan juga S-1 bidang akuntansi atau pelatihan menuju Sertifikasi Akuntan Publik Kanada maupun melanjutkan langsung ke Delaware State University di AS.
"Mereka (perguruan tinggi) itu menawarkan biaya pendidikan lebih rendah dibandingkan di negara asalnya selain keuntungan penguasaan bahasa Inggris dan Mandarin," kata Samuel.

Kunci Sukses Wawancara Beasiswa


KOMPAS.com - Tes waawancara merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui oleh kandidat penerima beasiswa. Tahapan ini, tak sedikit yang menilai cukup berat untuk dilalui. Meski telah mengirimkan aplikasi dengan penulisan esai dan rekomendasi yang meyakinkan, para juri tetap ingin bertemu dan berbincang langsung dengan kandidat penerima beasiswa. Tujuannya, menilai kepribadian Anda dan meyakinkan bahwa apa yang tertulis dalam aplikasi sesuai dengan kenyataan. 

Tahapan wawancara ini memang menjadi faktor penentu. Tetapi, jangan takut! Ada sejumlah kiat yang bisa Anda terapkan saat harus menjalani tahapan ini. Apa saja? 

1. Simulasi wawancara 
Mintalah seseorang mewawancarai Anda. Bebas saja, bisa anggota keluarga atau teman. Lakukanlah seolah-olah Anda tengah diwawancarai oleh tim penilai beasiswa. Hal ini berguna untuk melatih kemampuan berbicara. Berikut ini beberapa pertanyaan yang bisa Anda gunakan untuk berlatih:

* Apa prestasi akademis terbesar yang pernah Anda peroleh?
* Apakah dalam kegiatan ekstrakulikuler, Anda sering berperan di dalamnya?
* Bagaimana cara Anda mengatasi hambatan yang besar?
* Apa saja penghargaan yang pernah Anda menangkan?
* Apa yang akan Anda lakukan setelah lulus dari perguruan tinggi ini?
* Bagaimana Anda memandang diri Anda sendiri ketika mendapatkan gelar?
 
2. Tepat waktu
Ingat! Jangan terlambat saat hari tes wawancara. Sebaiknya tiba lebih awal. Ini akan membuat kesan yang baik. Belajarlah untuk menjadi profesional.
 
3. Perhatikan perilaku Anda
Cobalah belajar untuk tidak gugup selama wawancara. Duduk diam, lakukan kontak mata, atur postur tubuh Anda agar terlihat santai. Jangan terlalu sering mengucapkan "umm..." atau "ah" yang membuat Anda terlihat ragu-ragu. Percaya dirilah dengan jawaban Anda.
 
4. Berpakaian yang pantas
Tidak harus berpakaian secara formal saat wawancara. Gunakanlah pakaian semi formal, seperti celana panjang dan kemeja. Tetapi, dengan mengenakan dasi dan jas akan membuat Anda terlihat lebih profesional. Bagi wanita, kenakanlah rok dan kemeja. Kemudian, pastikan pakaian Anda bersih dan bebas dari kerutan.
 
5. Kenali diri sendiri
Selain menyadari tingkah laku dan tindakan Anda, perlu juga untuk menyadari apa yang Anda katakan. Jika Anda tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diberikan, jangan pura-pura bisa menjawabnya. Lebih baik mintalah penjelasan lebih lanjut atau katakan "Tidak tahu" jika Anda memang benar-benar tidak mengetahuinya. Jangan coba-coba untuk mengarang jawaban yang tidak Anda ketahui. Hal ini akan menunjukan seberapa banyak pengetahuan yang Anda miliki.
 
6. Ajukan pertanyaan
Sementara Anda mempersiapkan diri untuk tes wawancara, pastikan Anda datang dengan beberapa pertanyaan yang ingin Anda ketahui. Seperti tentang perusahaan yang mensponsori beasiswa tersebut atau tentang beasiswa itu sendiri yang mungkin belum jelas dalam aplikasi. Pertanyaan tersebut akan menunjukan bahwa Anda benar-benar siap untuk diwawancarai.
 
7. Jangan gugup
Cobalah untuk santai. Para juri pasti bisa melihat kegelisahan para pelamar. Namun, selama Anda mempersiapkan diri dengan baik untuk wawancara, percayalah bahwa Anda akan melakukannya dengan baik. Pikirkanlah bahwa aplikasi Anda sangat mengesankan sehingga mendapatkan kesempatan untuk menjalani tahapan wawancara. Ini perjuangan! Yakinlah bahwa Anda pasti terpilih.

Sumber :
Go College

Studi Luar Negeri, Apa Manfaatnya?


KOMPAS.com - Kesempatan untuk melanjutkan studi ke luar negeri semakin terbuka lebar. Anda bisa meraih kesempatan itu dengan berkompetisi memperebutkan kursi yang disediakan oleh lembaga donor beasiswa. Lalu, apa manfaat yang bisa dirasakan dengan melanjutkan studi di luar negeri? Seperti dikutip dari College Life, setidaknya ada tujuh hal positif yang bisa dirasakan dengan memiliki pengalaman belajar di negeri orang. Apa saja?
 
1. Meningkatkan kemampuan akademis
Sekolah baru, lingkungan akademik baru, atau mengambil kelas bahasa asing, akan memberikan pengalaman akademis yang lebih menantang. Tidakkah Anda ingin merasakannya?
 
2. Meningkatkan kemampuan berbahasa asing
Tak dipungkiri lagi, cara terbaik agar lancar berbahasa asing adalah dengan sering menerapkannya. Studi di luar negeri akan membantu Anda untuk melancarkan kemampuan berbahasa asing. Kemampuan berbahasa ini tentunya akan membantu Anda untuk lebih mudah beradaptasi. 

3. Paparan budaya baru
Perguruan tinggi juga merupakan tempat bagi Anda untuk mengenal berbagai budaya baru, karena bertemu dengan orang dari banyak latar belakang. 
 
4. Menambah karakter intelektual
Perguruan tinggi mencari mahasiswa yang bersifat intelektual dan bersemangat akan bidang studi mereka. Tidak ada cara lain yang bisa Anda tunjukkan selain sifat intelektual, kemampuan di suatu bidang akademik untuk membuat Anda terlihat lebih menonjol dibanding pesaing lainnya. Cara itu juga dapat Anda gunakan untuk bersaing dengan teman sekelas ketika sudah menjalani studi. 
 
5. Inisiatif dan mandiri
Merasakan jauh dari keluarga pasti akan memberikan pengalaman untuk lebih mandiri dan penuh inisiatif. Dimaklumi, karena Anda harus menjalani hidup sendiri di lingkungan yang jauh berbeda dengan negara asal. Tak jarang, di sinilah akan terlihat kualitas pribadi Anda. 
 
6. Bertemu orang baru, tempat baru, dan ide baru.
Belajar dengan sungguh-sungguh tentang program studi yang diambil, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Lingkungan yang baru yang Anda masuki,  bagaimana pun juga dapat menjadi dunia baru yang luar biasa. Cara terbaik untuk membangun skill adalah aktif di kampus.
 
7. Tunjukkan siapa Anda
Masuk ke dalam perguruan tinggi tidaklah mudah. Dengan studi di luar negeri, dapat membedakan Anda dengan pelajar lainnya. Terutama, jika program studi yang Anda pilih memang yang benar-benar Anda minati. Jalani dengan serius dan tunjukkan siapa diri Anda. (M07-12)

Sumber: College Life 

Ilmuwan Indonesia di AS Bangun Pusat Unggulan


Jakarta, Kompas - Sebanyak 70 ilmuwan Indonesia yang bekerja di beberapa lembaga riset dan pendidikan di Amerika Serikat membuat peta jalan pembentukan pusat kegiatan riset unggulan di Indonesia.

Pusat unggulan itu akan menyatukan ide dari akademisi, masyarakat bisnis, dan pemerintah untuk mengembangkan hasil riset ilmuwan Indonesia di berbagai negara. Selanjutnya, hal itu menjadi kegiatan bisnis yang berkontribusi bagi peningkatan daya saing dan kesejahteraan rakyat dalam persaingan global.

Acara berlangsung di University of Maryland, College Park, AS, 16-17 Maret, diadakan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), Permias DC, dan IAA, serta didukung KBRI Washington, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Radio PPI Dunia, BRI, dan RRI. Para ilmuwan yang hadir, antara lain, bekerja di MIT, Brown, Cornell, University of California di Irvine, dan Universitas Pittsburgh. Kegiatan juga diikuti 70 mahasiswa S-2 dan S-3 Indonesia di AS.

Salah satu penggagas I-4, Achmad Adhitya, kepada Kompas melalui surat elektronik dari Leiden, Belanda, menyebutkan, Jumat (23/3), kegiatan itu realisasi rencana I-4. Pada pertemuan di Jakarta, Desember 2010, disepakati program kerja I-4 adalah mewadahi ilmuwan Indonesia di lembaga riset dan pendidikan di berbagai negara untuk berkontribusi memajukan ilmu pengetahuan dan bisnis di Indonesia.

Menurut ketua kegiatan, Dr Etin Anwar, para ilmuwan sepakat membangun pusat unggulan untuk membangun peta jalan riset yang dapat diaplikasikan di Indonesia. Panelis Dr Haryo Winarso menjelaskan, pertemuan lanjutan digelar di Jakarta pada pertengahan tahun 2012 dan akan membahas langkah nyata bentuk kerja sama antara akademisi, bisnis, dan pemerintah. (NMP) 


Sumber : Kompas cetak

Aturan Calon Sarjana Harus Bikin Jurnal Ilmiah Kurang Sosialisasi


Pekanbaru Civitas akademika Universitas Riau (UR) menilai kebijakan pemerintah bagi calon sarjana untuk mengisi jurnal dinilai mempersulit calon sarjana. Niatan bagus dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ini dinilai kurang sosialisasi sehingga terkesan prematur.

"Kita mendukung langkah itu. Hanya saja penerapannya begitu cepat dan kurang sosialisasi serta persiapan yang matang masing-masing kampus. Ini sebenarnya menjadi persoalan," kata Guru Besar Fakultas Ekonomi UR, Yohanes Umar dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (11/2/2012).

Yohanes menyebutkan, dengan penerapan calon sarjana harus mengisi jurnali, untuk S1 dirasakan tidak terlalu banyak kendala. Karena jurnal untuk S1 masih memungkinkan karena pengelolalan jurnal di masing-masing kampus telah tersedia, walau terbatas.

"Yang menjadi persoalan bagi kita adalah untuk S2, karena di UR sendiri saat ini tidak ada jurnal nasional yang terakreditasi. Dulu UR sempat ada jurnal nasional, misalnya Fisipol. Tapi jurnal nasional itu masa akreditasinya sudah lama berakhir," kata Yohanes.

Satu sisi, pemerintah selama ini terkesan mempersulit dalam pengurusan akreditasi jurnal nasional. Birokarsi yang begitu berbelit-belit, sehingga sejumlah fakultas di UR jurnal nasionalnya masa berlakunya sudah habis.

"Pemerintah jangan hanya memerintahkan calon sarjana harus mengisi jurnal. Tapi satu sisi, pemerintah sendiri selama ini mempersulit akreditasi jurnal nasional itu sendiri," kata Yohanes.

Penerapan yang dilakukan pemerintah saat ini, lanjut Yohanes, dengan belum adanya jurnal nasional di kampur UR, ini akan menghambat mahasiswa pasca sarjana untuk meraih gelar S2-nya.

"Untuk S1 mungkin bisa teratasi, namun S2 ini, jelas mempengaruhi kita. Sebab, ditempat kita tidak ada jurnal nasional itu sendiri. Kalau seperti ini, sama saja pemerintah menghambat peraih gelar S2," kata mantan Pembantu Rektor II ini.